Kamis, 20 Agustus 2015

PESAN HABIB RIZIEQ DALAM MILAD NKRI YG KE 70

Pesan Habib Rizieq dalam Milad FPI ke 16

18 August 2014
Jakarta – FPI: Pada Perayaan Milad FPI yang ke-16, Ahad 17 Agustus 2014, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab menyampaikan kepada Umat Islam dan khususnya kepada Aktifis FPI, beberapa poin Penting. Selain itu Habib Rizieq juga mengucapkan rasa hormatnya kepada seluruh ummat Islam.
Assalamualaikum.Wr.Wb. Alhamdulillah, Tabligh dan Pawai Milad FPI ke-16 hari ini sukses dan berkah. Jutaan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam kelancaran acara tersebut. Semoga FPI akan selalu menjadi Pelayan Umat dan Pembela Agama, serta senantiasa menjadi Benteng Sunni Asy'ari Syafi'i. Jazaakumullaahu Ahsanal Jazaa.
Empat Poin Penting yang disampaikan dalam pidato Habib Rizieq saat Milad FPI:
Masalah Daulah Islamiyah di Irak dan Syam (ISIS)
Semenjak Amerika Serikat kirim agresi militernya dan menjatuhkan hukuman mati untuk Saddam Husein Rakyat Irak terbelenggu dalam penindasan. Wanita-wanita dipenjara & diperkosa tentara AS, lelaki & anak-anak banyak dibunuh, harta mereka dirampas, ladang minyak dikuasai dan ini berlangsung sampai 15 tahun bahkan setelah AS hengkang mereka buat Tentara Boneka dari tentara Irak & polisi Irak Akhirnya kekejaman dilanjutkan Pemerintah & Aparat di Irak, dimana saat itu Dunia Islam saat agresi AS di Irak, dimana PBB, dimana Arab Saudi, dimana Yaman, dimana Jordania, dan dimana Indonesia, saat Irak di Zalimi oleh AS dan Pemerintahan Boneka..
Akhirnya timbul pemberontakan lahirlah kelompok-kelompok militan . Yang dulu Aparat membunuh Rakyat. Kini Aparat ditangkap, disembelih di jalan-jalan oleh kelompok-kelompok Militan mereka incar para Pemerintah Boneka sekutu-sekutu AS dan mengambil Ghanimah dari sisa perlawanan.
Hal serupa ternyata terjadi di Suriah Rezim Bassar al assad yang Zalim, Rezim Bassar pun membunuh menangkap dan memperkosa Rakyat Suriah sendiri. Lalu lahirlah kelompok perlawanan disuriah, al hasil dari kelompok kelompok militan ini mulai terbentuk Dewan Syuro Jihad yang menjadi Cikal Bakal lahirnya ISIS maka ISIS lahir dengan kekuatan besar mencakup Irak & Suriah.
Terhadap fenomena ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang sedang ramai diberitakan saat ini, Habib Rizieq juga mengajak untuk bersikap adil dan tidak menghukumi sebelum tahu permasalahannya. "Saya tidak mendukung ISIS, dan saya juga tidak berani mencela ISIS. Tapi saya ingin mengambil pelajaran dari fenomena ISIS”, kata Habib.
Sebelum menilai ISIS, kata Habib Rizieq, kita mesti tahu dulu bagaimana latar belakang masalahnya. Saat Irak di pimpin oleh Presiden Saddam Hussein, Amerika menyerang Irak. Tidak hanya Amerika, 40 negara lain juga ikut bekerjasama menyerang Irak. Mereka gulingkan Saddam Hussein, mereka ambil minyaknya, mereka porak-porandakan Iraq, dan mereka taruh pemerintahan boneka disana.
Akhirnya yang terjadi sendi-sendi tata negara Irak rontok, pemerintahan Irak rusak, lalu di mana-mana di negeri Irak terjadi kerusuhan. Suku perang antar suku, golongan perang antar golongan, kota perang antar kota, komandan perang lawan komandan lainnya, dan dimana- mana terjadi kezaliman. Bahkan oknum-oknum tentara Irak, oknum- oknum polisi Irak banyak yang berbuat zalim kepada rakyat. Tentara-tentara Amerika perkosa wanita-wanita Irak, mereka membunuhi rakyat Iraq.
Jutaan orang terbunuh akibat kezaliman yang terjadi. Anak-anak menyaksikan langsung bagaimana bapaknya disembelih, mereka juga melihat bagaimana ibunya diperkosa, mereka merasakan bagaimana harta benda rumahnya dirampas. Dan itu semua berlangsung selama 15 tahun. "Dan ketika semua itu terjadi, Saudi dimana? Quwait dimana? Bahrain dimana? Yaman, Mesir dimana? Dan Indonesia dimana? Semua tidak mau angkat bicara, semua diam, takut dengan Amerika. Masya Allah.." ungkap Habib Rizieq.
"Amerikalah yang mengacak-acak Irak. Berapa banyak perempuan Irak yang ditangkap di jalan, dimasukkan ke penjara Abu Ghraib, penjara paling manakutkan di Irak. Dan setiap hari mereka diperkosa oleh tentara Amerika. Begitu Amerika pulang, kebiadaban itu terus berlanjut oleh tentara-tentara dan polisi-polisi Irak. Disaat terjadi itu semua, kemana kita?Kenapa kita tidak datang menolong mereka? Kenapa kita tidak suarakan penderitaan mereka? 15 tahun mereka dizalimi dan kita diam," ujarnya.
Dijelaskan Habib, setelah 15 tahun kezaliman berlangsung, mereka mulai membela diri dengan membuat kelompok-kelompok jihad. Ada yang anggotanya 50 orang, ada yang 100 orang, ada juga yang 1000 orang. Dan salah satunya ISIS ini. Setelah mereka menyusun kekuatan, lalu mereka serbu sarang-sarang tentara, setelah mereka serbu mereka rampas senjatanya, mereka juga menyerbu kantor-kantor polisi negara dan mereka mulai melakukan perlawanan. "Dan yang peristiwa terbesar adalah yang kemarin yang bikin gempar dunia, mereka serbu kota Mosul kota kedua terbesar setelah Baghdad. Mereka tangkap tentara-tentara Irak mereka tangkap polisi-polisi Irak yang mereka vonis sebagai antek Amerika, yang memperkosa perempuan- perempuan mereka, yang membunuh keluarga mereka. Begitu mereka tangkap, 1700 orang di eksekusi mati ditengah kota. Ini yang membuat dunia gempar. Ya mereka memang kejam, ya katakan mereka zalim, ya memang brutal. Tapi kebrutalan itu tidak lahir begitu saja, kebrutalan itu lahir dari kezaliman yang mereka alami selama 15 tahun. Itulah yang terjadi di Iraq," jelas Habib Rizieq.
Karena itu, kata Habib Rizieq, yang dapat kita ambil pelajaran ialah jika tidak ingin muncul kelompok-kelompok seperti ISIS di Indonesia, gampang caranya. Tegakkan saja keadilan. Rakyat Indonesia jangan dizalimi, tanahnya jangan dirampas, tentara dan polisinya harus bersikap baik, baik kepada ulama juga kepada rakyat. Jadilah pemerintahan yang adil, kesejahteraan diperhatikan, pendidikan dan kesehatan rakyat diperhatikan, korupsi diberantas, tampat maksiat semua ditutup, dan jangan biarkan Islam dihina oleh siapapun.
"Tetapi jika pemerintah zalim. Korupsi dibiarkan, rakyat miskin makin miskin, kemunkaran dibiarkan, minuman keras judi pelacuran dilegalkan, homo lesbi dibiarkan, pornografi dibiarkan, aliran sesat dibiarkan, tanah rakyat dirampas, tentara zalim, polisi membunuhi rakyat, main culik main bunuh seperti yang dilakukan densus 88, kezaliman dimana-mana maka jangan salahkan rakyat jika nantinya muncul gerakan-gerakan perlawanan," tegas Habib Rizieq.
Jadi kembali terkait ISIS, jangan percaya media sekuler karena tidak semua diberitakan. Disaat mereka membebaskan tahanan di penjara Abu Ghraib atau disaat mereka disambut bak pahlawan oleh masyarakat Mosul itu tidak diberitakan.
"Kita harus adil, apa-apa yang buruk dari ISIS katakan buruk dan apa yang baik katakan baik. ISIS terlibat perang antar mazhab itu buruk, berselisih dengan kelompok jihad yang lain itu buruk, menghancurkan makam para wali dan para nabi itu buruk, membunuh ulama ahlusunnah yang tidak mendukung mereka itu buruk, kita harus tolak itu semua. Tapi ISIS ingin menegakkan khilafah itu bagus, ingin menerapkan syariat Islam itu bagus, dan ISIS ingin melawan Amerika juga itu bagus," pungkas Habib Rizieq.
Habib Rizieq berkata: Kalau Indonesia tidak mau ada ISIS di negeri ini caranya mudah jangan berbuat zalim,jangan menindas Umat Islam, dan biarkan Umat Islam Menjalankan Syariatnya, karena apabila ppemerintah Indonesia Zalim terhadap Umat Islam mungkin nanti Kalian (Tentara, Polisi & Pemerintah red) bisa tangkap dan disembelih dijalan-jalan .
Jangan takut-takuti Umat soal ISIS, berkaca sendiri bagaimana sikap anda terhadap Umat Islam. Biar seperti apapun ISIS tetap Islam dan ISIS saudara Muslim kita.
KEDUA SOAL INTOLERANSI UMAT HINDU BALI
FPI Ultimatum Umat Hindu Bali agar tak Zalimi Umat Islam
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengecam keras tindakan intoleran sejumlah warga Bali yang baru-baru ini melarang pemakaian jilbab dan menolak keberadaan Bank Syariah di Bali. Ia menghimbau kepada Gubernur Bali, Kapolda Bali, dan aparat yang menguasai wilayah Bali untuk segera melakukan tindakan-tindakan konkrit, jangan sampai ada umat Islam yang dizalimi disana.
"Kami ingatkan umat Hindu di Indonesia, selama ini kami umat Islam tidak pernah mengganggu kalian, kami tidak pernah usil kepada kalian. Kalian bertransmigrasi ke Kalimantan, ke Sumatera, ke Sulawesi, kemana-mana ke perkampungan muslim, tidak ada umat Islam yang mengganggu kalian. Bahkan petani-petani Hindu yang ada di Mesuji ketika dizalimi oleh para pengusaha, FPI yang membantu susah payah sampai mereka mendapatkan tanahnya kembali," kata Habib Rizieq saat acara Milad FPI ke 16 di Petamburan Jakarta, Ahad 17 Agustus 2014.
Umat Islam, kata Habib Rizieq, sangat menghormati perbedaan pendapat maupun agama. Umat Islam juga tidak pernah mengusik umat beragama manapun, sepanjang mereka tidak usil kepada umat Islam. "Tapi hati-hati, jika umat Hindu di Bali coba-coba kurang ajar terhadap umat Islam, jangan salahkan umat islam jika nanti melakukan pembalasan," tegas Habib Rizieq.
Imam Besar FPI ini juga memperingatkan agar umat Hindu bisa menghargai perbedaan antar umat beragama. "Jangan kalian sombong, jangan kalian sok jago, sok berani. Kalau kalian ganggu umat Islam, jangan salahkan kalau besok umat Islam ramai-ramai berjihad ke Bali untuk membela umat Islam disana," pungkasnya. (Suara-Islam)
Ketiga Habib Rizieq menegaskan kembali kontribusi Umat Islam khususnya FPI dalam memperjuangkan Kemerdekaan & perjuangan Palestina dengan akan membukanya Bank Darah, yaitu Pendonoran darah bagi Warga & Pejuang Palestina karena kurangnya cadangan darah dirumah sakit di Gaza.
Dalam waktu dekat ini FPI akan membuka Bank Darah untuk saudara kita di Palestina. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Indonesia yang berada di Gaza. Karena pada saat ini selain pangan dan senjata yang menjadi kebutuhan utama, mereka juga membutuhkan pasokan darah. Bayangkan jika darah yang kita berikan itu menyatu dengan darahnya para mujahid, sungguh suatu kemuliaan yang akan kita dapatkan.
Habib bertanya kepada seluruh Hadirin: Apakah setuju darah kita didonorkan kepada Pejuang Palestina, hingga mereka yang sebelumnya lemah karena kurang darah menjadi kuat kembali dan berjuang kembali apa kah setuju darah kita di donorkan lalu menyatu dalam tubuh perjuangan Palestina ?
Hadirin serempak menyatakan kesetujuannya lalu disambut pekik takbir yang mengelora dari Habib dan di ikuti oleh para Hadirin.
Point ke empat sebagai penutup, Habib menyatakan tanggapannya soal Pilpres, Habib berkata siapapun yang nanti menjadi Presiden jangan coba gangu Syariat Islam dan jangan coba gangu Umat Islam. Siapapun Presidennya kita tetap Amar Ma'ruf nahi Mungkar.
Pesan Kemerdekaan RI oleh Al-Habib Muhammad Rizieq
Jangan Ingkari Sejarah Kemerdekaan, Ini Negeri Islam! Tidak hanya menyepakati Dasar Negara yang berlandaskan syariat Islam dalam bingkai Piagam Jakarta, umat Islamlah yang bermandikan darah bercucuran keringat untuk merebut dan memerdekakan republik ini. Jadi, sangat masuk akal jika kaum Musliminlah yang paling berhak mengatur negeri ini. Ini historis! Jangan mengingkari sejarah! Ini negeri Islam!. Jadi, umat Islam harus mengisi negeri ini dengan syariat Islam, bukan malah minggir apalagi keluar dari NKRI. [Slm/fpi]

Rabu, 05 Agustus 2015

STIAP HARI DI TOLIKARA MASUK ISLAM

Subhanallah, Hampir Setiap Hari Ada yang Masuk Islam di Papua
Ustaz Fadzlan Garamatan: Terima Kasih GIDI
Salah satu tokoh Komite Umat untuk Tolikara (KOMAT) KH. Didin Hafidhuddin mengungkapkan bahwa keberadaan muslim di Papua semakin hari semakin bertambah.
"Ternyata umat Islam di Papua itu banyak jumlahnya, sampai 40 persen. Dan menurut dai asal Papua, Ustaz Fadlan Garamatan, disana itu hampir setiap hari ada yang masuk Islam," kata Kyai Didin saat pengajian shubuh di Masjid Al Hijri Air Mancur Bogor, Ahad (2/8/2015).
Menurutnya, dengan keadaan itu membuat para misionaris merasa iri, "Mereka itu bahkan sudah membuat lapangan terbang sekitar 240 buah di Papua. Ajaran Kristen sendiri sudah lama disebarkan di Papua. Tapi bedanya dengan Islam, Islam itu merubah prilaku sedang agama lain tidak. Begitu masuk Islam itu ada perubahan, mereka jadi memakai baju, menutup aurat. Itu konsekuensi dari ibadah, ketika masuk Islam harus seperti itu," ungkap Kyai Didin.
Ia yakin, dengan perkembangan dakwah di Papua umat Islam akan semakin banyak kedepannya. "Kita yakin insya allah umat Islam di papua akan jaya," harapnya.
Terkait tragedi penyerangan jamaah shalat Idul Fitri dan pembakaran masjid di Tolikara, menurut Dekan Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor itu ada grand design untuk kepentingan tertentu di Papua. "Pulau yang paling kaya di dunia itu Irian (Papua) dan disana itu setiap tahun minimal dua kali terjadi konflik. Kita berharap tragedi di Tolikara ini menjadi yang terakhir," tandasnya.
Ustaz Fadzlan Garamatan: Terima Kasih GIDI
Ketua Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) yang juga putra asli Papua (Nuu Waar) ditunjuk oleh Komite Umat untuk Tolikara (Komat Tolikara) sebagai Ketua Tim Pencari Fakta. Kembali dari melaksanakan tugasnya, Ustaz Fadzlan menulis semacam surat terbuka kepada Gereja Injili di Indonesia (GIDI).
Berikut isi surat Ustaz Fadzlan yang dia beri judul "Terima Kasih GIDI."
"TERIMA KASIH GIDI"
Atas ulah kalian, kami jadi tahu nama Tolikara yang sebelumnya sama sekali kami tak tahu menahu.
Atas ulah kalian, kami jadi tahu bahwa di Tolikara ada Masjid yang sudah berdiri puluhan tahun yang lalu.
Atas ulah kalian, kami jadi tahu ada ribuan muslim di Tolikara.
Atas ulah kalian, kami jadi tahu ada Perda aneh di Tolikara yang sangat diskriminatif terhadap Islam dan kaum muslimin.
Atas ulah kalian, kami jadi tahu bahwa Australia dan Israel ternyata sudah menancapkan kuku hitamnya di bumi Cendrawasih.
Atas ulah kalian, kami jadi tahu bahwa perkembangan dakwah Islam di Papua secara umum dari hari ke hari terus menggembirakan.
Atas ulah kalian, kami jadi tahu data sebenarnya jumlah total kaum muslimin di Papua sana adalah 40% , populasi yang cukup membalikkan asumsi kebanyakan orang selama ini bahwa Papua hampir identik Kristen atau diklaim Kristen.
Atas ulah kalian, kami dari berbagai penjuru, bukan hanya negeri ini tapi seluruh dunia dan dari berbagai latar belakang jadi tergerak rasa solidritasnya untuk lebih berperan terhadap nasib saudara kami di sana.
Atas ulah kalian, kami jadi yakin bahwa Masjid yang dibakar akan dibangun kembali yang lebih bagus dan lebih megah.
Atas ulah kalian, kami jadi yakin bahwa dakwah Islam di sana akan makin marak dan masif, bahkan pesantren akan segera berdiri.
Atas ulah kalian, mata dunia mulai terbuka bahwa anggapan tentang teroris itu di identikkan dengan Islam adalah keliru.
Terimakasih, terimakasih, dan terimakasih.
Kami menunggu kalian semua jamaah GIDI dalam damai kasih Islam.
Kami berharap tak lama lagi kami bisa menjadi imam shalat di sana, berceramah dan melantunkan adzan lima waktu di sana.
Terimakasih, Islam akan jaya di Papua Nuu Waar
Terimakasih, tak lama lagi, insya Allah Papua Nuu Waar identik dengan Islam.
Terimakasih, Allahu Akbar.
sumber:suara islam
red: abu faza